Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON)
Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON)
GE-PON (Gigabit Ethernet Passive Optical Network) merupakan
teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE
802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada
konfigurasi point to multipoint. Ketika ITU-T membangun standar BPON dan GPON, sebuah working group
IEEE yang bernama Ethernet-in-the-first-mile mengembangkan PON yang berbasis
Ethernet. GPON merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan oleh ITU-T via
G.984. Lapis physical media dependent pada EPON/GEPON dapat mendukung maksimum 1.25 Gbps (laju data efektif 1.0
Gbps) untuk trafik downstream dan upstream.
GPON menggunakan TDMA sebagai teknik multiple access upstream
dengan data rate sebesar 1.2 Gbps dan menggunakan broadcast kearah downstream
dengan data rate sebesar 2.5 Gbps. GEPON mengenkapsulasi dan men-transport data
pengguna dalam frame Ethernet. GE-PON dikeluarkan sebagai jenis dari sistem
high speed optical access. Hal tersebut dikarenakan sistem PON ini menggunakan
teknologi Ethernet, yang biasanya disebut "EPON", tetapi karena
pengaruh layanan yang diberikan maka lebih dikenal sebagai
"gigabit" Jadi, GEPON
merupakan perluasan alami dari LAN pada premis pengguna, dan menghubungkan LAN-LAN
menuju infrastruktur MAN/WAN berbasis Ethernet. Karena tidak ada fragmentasi
atau penyusunan data pada GEPON dan kebutuhannya pada lapis physical-media
dependent lebih longgar, peralatan GEPON lebih murah dibanding GPON. Seiring
dengan luasnya penggunaan Ethernet pada LAN, GEPON menjadi teknologi akses yang
sangat atraktif. Saat ini GEPON sudah tersebar dalam skala besar di Jepang,
melayani jutaan pengguna.
A. Prinsip
Kerja GEPON
Standar
Ethernet didefinisikan untuk shared medium dan link point-to-point (P2P)
fullduplex. Hal ini menyebabkan GEPON mempunyai ciri yang merupakan kombinasi
dari dua sifat standar Ethernet tersebut. GEPON menggunakan struktur
enkapsulasi paket Ethernet untuk komunikasi pada layer 2. Saat ini terhitung
hampir 95 % komunikasi LAN menggunakan aplikasi ethernet, karena strukturnya yang
ekonomis dan efektif. Sehingga GEPON menjadi sangat efektif dalam mode
komunikasi access network. Data dikirimkan dengan panjang variabel paket data
maksimum sebesar 1.518 Bytes sesuai dengan Ethernet standar IEEE 802.3ah
Struktur Point to Multipoint, dimana satu OLT bisa dihubungkan sampai 32 ONU.
Semua ONU saling berbagi bandwidth 1 G melalui TDM (Time Division
Multiplex).
Karena itu
masing-masing ONU bisa menyediakan bandwidth max 1 Gbps untuk arah uplink atau
downlink. Transceiver optik menggunakan sistem WDM (Wavelength
DivisionMultiplexer) dengan panjang gelombang yang digunakan berbeda antara
pengirim dan penerima.
Upstream : 1260
. 1360 nm (1310 ± 50) , Downstream : 1480 . 1500 nm (1490 ± 10) GEPON tidak
membutuhkan beberapa protokol yang rumit untuk mentransmisikan sinyal optik
secara tepat sampai ke pelanggan, karena sinyal dari pelanggan bisa
ditransmisikan ke OLT secara terpusat. Pada NMS (Network Management System),
menggunakan SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk managemen elemen
jaringan ONU sebagai fitur dari OAM (Operations, Administration and
Maintenance).


Pada arah
downstream, GEPON bertindak sebagai shared medium, dengan frame-frame yang
dikirim oleh OLT mencapai setiap ONU. Pada arah upstream, karena sifat direksional
dari coupler pasif, frame-frame data hanya akan mencapai OLT, tidak menuju ONU
lainnya. Artinya, pada arah upstream perilaku GEPON dapat dibandingkan dengan
jaringan P2P. Tetapi, tidak seperti jaringan P2P sebenarnya, dalam GEPON
frame-frame yang dikirimkan dari ONU yang berbeda bisa bertabrakan. Sehingga
pada arah upstream terdapat syarat untuk berbagi serat trunk dan mengatur time
slot transmisi ONU untuk mencegah tabrakan.
Untuk mengurus syarat koordinasi trafik yang unik pada sisi upstream
GEPON menggunakan MPCP, yang merupakan protokol berbasis frame, berdasarkan
pesan-pesan kontrol MAC 64-byte, yang mengkoordinasikan trafik upstream.
Hal ini
menyebabkan mekanisme pengiriman data antara upstream dan downstream berbeda.
Berikut prosedur masing-masing arah.
a. Arah
downstream Pada arah ini, frame-frame Ethernet yang dikirim oleh OLT melewati
splitter pasif 1:N dan disebar secara broadcast menuju setiap ONU. Frame
Ethernet diekstrak oleh ONU tujuan mereka berdasarkan alamat Medium Access
Control (MAC), sehingga ini tidak berbeda dengan LAN Ethernet pada umumnya.
Berikut gambar proses pengiriman data pada downstream.

Gambar 1.3 Trafik downstream GEPON
b. Arah
upstream Pada arah ini, frame-frame Ethernet dikirim oleh masing-masing ONU
dalam mode burst dengan pemotongan waktu seperti TDM. OLT menugaskan tiap ONU slot waktu transmisi
tertentu. Slot waktu transmisi ini
mencegah fragmentasi dan tabrakan sinyal. Slot waktu dilengkapi dengan ukuran
tetap tetapi pemberiannya lebih fleksibel.
Sebuh ONU
menahan frame-frame yang diterima dari pelanggan sampai slot waktunya
tiba. Ketika slot waktunya tiba, ONU
mengirimkan semua frame yang disimpan pada kecepatan kanal penuh, yang harus
sesuai dengan salah satu dari laju data standar Ethernet dalam cara burst.
Berikut gambar
proses pengiriman data pada sisi upstream.

Gambar 1.4 Trafik upstream pada EPON
B. Komponen
GEPON
1. Optical
Line Terminal (OLT)
OLT adalah
elemen jaringan Fiber To The Home (FTTH) yang menyediakan antarmuka PON menuju
core IP/Ethernet dan jaringan operasi. OLT dtempatkan pada CO (Central Office),
dihubungkan ke ONU melalui PON dengan kabel fiber, splitter dan komponen pasif
lain.
OLT diatur oleh
EMS. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal optik-keelektrik dan
elektrik-ke-optik, control transmisi bidireksional,
multpleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, perutean/switching paket,
fungsi operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM), konvesi PON dan jaringan,
dan fungsi antarmuka.

2. Optical
Network Unit (ONU)
ONU merupakan
elemen pada sisi pelanggan FTTH yang menyediakan antarmuka pelanggan menuju
PON. Dalam perangkat ONU menyediakan pengubah opto-electrical (melewatkan
informasi yang diubah dari framework serat optik menjadi framework logam
listrik. ONU merupakan suatu titik pembatasan, dimana merupakan akhir dari
aliran optik jaringan pembawanya dan merupakan awal dari jaringan akses
pelanggan. Perbedaan ONT dan ONU yaitu ONU masih membutuhkan perangkat NT
(Network Terminal) di bagian pelanggan, sedangkan ONT bisa langsung dihubungkan
dengan user equipment. Maksimal jumlah ONU/ONT dalam GE-PON yang bisa digunakan
yaitu 32 ONU. Tanggung jawab fungsionalnya meliputi konversi sinyal E/O dan
O/E, multipleksing/demultipleksing sinyal dan layanan, dan konversi sinyal
layanan pelanggan dan PON beriringan dengan proses menyediakan berbagai
antarmuka customer premise equipment (CPE).

3. Optical
Splitter
Splitter
merupakan perangkat yang membagi daya optik menjadi N jalur terpisah menuju
pelanggan. Sebagai penghubung antara OLT dengan ONU. Berfungsi untuk
mentransmisikan sinyal input optik arah downlink menuju port multi output, dan
bisa membagi satu serat optik kedalam multi user dimana bandwidth dari serat
tersebut dibagibagi. Untuk arah uplink, me-multiplexing kanalkanal sinyal optik
ONU menuju satu serat optik.
Optical
splitter diklasifikasikan komponen pasif karena didalamnya tidak ada komponen
aktif elektrik, hal ini berarti tidak sensitif terhadap temperatur ataupun
elemen lain yang bisa menjadi masalah dalam komponen elektrik. Jika splitter
dirancang untuk membagi daya optikdan jika P adalah daya optik yang masuk ke splitter,
level daya yang masuk ke tiap pelanggan adalah P/N. Desain pembagi daya dengan
rasio pembagi juga mungkin dan terdapat lebih dari satu splitter dalam jalur
tertentu, tergantung penerapannya. Jumlah jalur yang terbagi bisa beragam dari
2 hingga 64, tetapi biasanya mereka berjumlah 8, 16, dan 32.

4. Serat
Optik
Serat optik yang biasa digunakan adalah yang berbasis standar ITU-T
G.652 single mode.
C. Keunggulan dan Kekurangan GEPON
GEPON sebagai teknologi tetap mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Kelebihan yang dimiliki GEPON, antara lain :
1. Biaya
lebih murah dibanding GEPON
Ada beberapa alasan GEPON menjadi teknologi yang murah dibanding
GPON. Salah satunya adalah karena perbedaan line coding yang digunakan. GPON
menggunakan teknik Non-Return to Zero (NRZ) untuk pengkodean yang bertujuan
untuk mencapai efisiensi bandwidth hingga 100%. Karena syarat yang cukup ketat
inilah, desain perangkat transceiver menjadi lebih susah dan mahal. Berbeda
dengan GEPON, ia menggunakan line coding 8B/10B yang dimaksudkan agar adanya
transisi yang cukup antar bit. Dengan keadaan ini, desain perangkat receiver
menjadi lebih mudah dan murah.
Selain line coding, GEPON lebih murah karena waktu laser on/off
lebih longgar, yaitu 512 ns. Berbeda dengan GPON, ia memiliki waktu laser
on/off yang cukup cepat, yaitu 44 ns. Hal ini menyebabkan GPON memiliki
komponen yang mahal.
2. Implementasi
bersifat terbuka
Standar IEEE 802.3ah sengaja meninggalkan banyak detail di luar
spesifikasi kecuali untuk layer fisik dan data link saja. Ini dilakukan untuk
menjaga fleksibilitas implementasi dan mendorong inovasi dari vendor. Tujuan
pembuat standar adalah untuk mempertahankan perangkat yang murah dan waktu yang
cepat untuk pemasaran. Contoh, masalah alokasi bandwidth dinamis dan penyediaan
tingkat layanan yang terjamin menjadi dua masalah yang menarik untuk diteliti.
3. Penggunaan
frame Ethernet yang menguntungkan
Untuk GPON ketika membawa trafik IP, paket-paket harus dipecah
menjadi segmensegmen 48 byte dengan 5 byte header masing-masing. Proses ini
memakan waktu dan rumit serta menambah biaya pada OLT dan ONU. Berbeda dengan
Ethernet, dengan menggunakan paket yang panjangnya variabel, Ethernet dibuat
untuk membawa trafik IP dan bisa mengurangi overhead secara signifikan. Sebagai
tambahan, Ethernet juga mendukung protokol IGMP yang mendukung layanan
multicast sehingga GEPON sangat cocok untuk layanan triple-play, seperti IPTV.
4. Manajemen
lebih mudah
GEPON hanya membutuhkan satu sistem pengaturan. Sedangkan GPON
membutuhkan tiga sistem pengaturan untuk protokol layer 2. Hal ini berarti
GEPON menghasilkan total biaya yang lebih rendah. GEPON juga tidak membutuhkan
konversi multiprotokol dan hasilnya adalah biaya silikon yang lebih murah.
5. Adanya
fungsi Rapid Spanning Tree Protocol Fungsi RSTP di sini bertujuan untuk
menyediakan redundansi jalur antara OLT dan jaringan backbone dan mencegah loop
jaringan yang tidak diinginkan. RSTP menyediakan mekanisme kepada perangkat
jaringan untuk mempelajari topologi jaringan, memilih bridgeroot, menghitung
jalur dengan biaya terendah dari tiap bridge dan port menuju bridge root dan
secara selektif memblok port, sehingga menjamin jaringan bebas looping.
Sedangkan kekurangan yang dimiliki oleh GEPON
adalah:
1. Bandwidth
lebih rendah dibanding GPON
GPON pada arah
downstream dapat membawa kecepatan hingga 2.448 Gbps. Sedangkan GEPON hanya
bisa membawa 1.25 Gbps.
2. Masalah
interoperabilitas
Karena banyak
detail dalam standar IEEE 802.3ah yang belum dijelaskan, maka ini mendorong
vendor untuk berinovasi. Namun di satu sisi ini membuat bingung pasar dan
kurangnya interoperabilitas. Misalnya, EPON Jepang tidak bisa bekerja dengan
EPON Cina.
D. Spesifikasi
Layanan GEPON
|
Parameter
|
Deskripsi
|
|
Maximum reach
|
20 km/20km
|
|
Maximum split ratio
|
32
|
|
Line rate(up/down)
|
1250/1250 Mbps
|
|
Coding
|
8B/10B
|
|
Date rate
|
100 Mbps
|
|
Loss ODN toleransi
|
20/24
dB
29 dB |
|
US overheads
|
Guard: 2 us
|
|
|
Laser
on/off:512 ns
AGC/CDR: 400 us |
Sumber : https://ahambali.staff.telkomuniversity.ac.id
Komentar
Posting Komentar